
Medan, (Infokasus24.com) – Anggota Komisi 4 DPRD Medan Tumanggor soroti proyek revitalisasi Lapangan Merdeka yang hasilnya jauh dari kata memuaskan dimana plafon bocor dan air pun masuk ke bangunan lantai bawah tanah padahal sudah menelan biaya APBD Medan Rp 497 M.
“Saya lihat langsung plafon bocor, air masuk ke dalam. Lalu saat banjir besar 27 November 2025, drainasenya juga tidak terarah. Ini persoalan serius”, ujarnya, Senin (5/1) saat Raker Triwulan IV DPRD Medan.
Fakta di lapangan menunjukkan, berbagai kerusakan masih tampak jelas. Mulai dari plafon bocor, drainase bermasalah, hingga fasilitas yang belum tuntas.
Kondisi ini disoroti langsung Anggota Komisi 4 DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor, yang mengaku menyaksikan sendiri persoalan tersebut.
Tak berhenti di situ,Antonius singgung persoalan banjir Medan yang tak kunjung tertangani, termasuk pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas pembayarannya.
“Masih banyak warga yang lahannya belum dibayar, sementara wali kota gencar membangun kolam retensi. Pertanyaannya, bagaimana nasib warga yang rumahnya rusak akibat terdampak banjir. Apakah ada ganti rugi?”, ucapnya.
Menanggapi kritik tersebut, Kadis Perkimcitaru Kota Medan, Jhon Ester Lase menyatakan bahwa pembangunan Lapangan Merdeka pada prinsipnya telah selesai dan kini memasuki masa pemeliharaan. Ia berdalih adanya keterlambatan akibat banjir November 2025.
“Air masuk dari pintu depan, lalu lampu mati sehingga pompa tidak berfungsi. Tapi saat diperiksa, tidak ada masalah”, ujarnya singkat.
Penjelasan Lase tersebut justru membuat Antonius kesal dimana dua sendiri melihat ketidakberesan tersebut.
“Saya lihat sendiri, plafon masih bocor. Di belakang panggung belum selesai sampai bawah. Eskalator, kamar mandi, sampai tenant pedagang juga belum siap. Ini fakta, bukan asumsi”, hardiknya dengan nada kesal. (DM/Red)







