
Jawa Barat,(infokasus24.com) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pencapaian swasembada pangan Indonesia tahun 2025 dalam acara Panen Raya Nasional di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Rabu (7/1)
Momentum bersejarah ini ditandai dengan cadangan beras nasional mencapai lebih dari 3 juta ton. Rekor tertinggi sepanjang sejarah serta nol impor beras.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya kepada sejumlah tokoh lintas sektor yang berperan besar dalam mendukung kemandirian pangan nasional.
Penghargaan ini tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 1 dan 2 TK Tahun 2026.
Penghargaan Khusus untuk Pimpinan Kejaksaan RI
Salah satu penerima adalah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, SH., M.Hum, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung program swasembada pangan. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi Kejaksaan Agung juga menerima penghargaan yang sama, di antaranya:
– Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Dr. Febri Adriansyah
– Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI Dr. Kuntadi
– Jaksa Agung Muda Intelijen Prof. Dr. Reda Mantovani
– Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan Hukum Katarina Endang Sarwestri
Tak ketinggalan, Kajati Jawa Barat, Kajati Jawa Timur, Kajati Sulawesi Selatan, serta Inspektur Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan H. Agus Salim juga dianugerahi Satya Lencana Wira Karya.
Acara ini dihadiri ribuan petani dan penyuluh pertanian se-Jawa Barat secara langsung, serta disaksikan jutaan petani dari seluruh Indonesia secara daring.
Apa Itu Satya Lencana Wira Karya?
Satya Lencana Wira Karya merupakan tanda kehormatan tertinggi dari Presiden RI yang diberikan kepada warga negara atas dharma bakti luar biasa dalam pembangunan nasional.
Penghargaan ini mengakui kontribusi signifikan yang berdampak positif bagi kepentingan umum, menjadikan penerima sebagai teladan bagi bangsa.
Respons Kajati Sumut Dr. Harli Siregar
Usai menerima anugerah, Dr. Harli Siregar menyatakan rasa bangga dan terima kasihnya. Ia menyebut penghargaan ini sebagai apresiasi luar biasa bagi dirinya dan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa para pejabat publik telah berupaya maksimal melakukan pelayanan umum secara baik dan layak. Ini menjadi pendorong dan semangat untuk melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah strategis dalam penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan umum serta kemaslahatan masyarakat.
Swasembada Pangan: Tonggak Sejarah Baru
Presiden Prabowo menegaskan, swasembada pangan 2025 merupakan hasil kerja kolektif petani, penyuluh, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan. Capaian ini menjadi bukti kemandirian bangsa di tengah ketidakpastian global. (BM-red).







