
Cikeas, (Infokasus24.com) – Korps Brimob Polri terus memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui pelatihan Counter Unmanned Aerial Vehicle (UAV) serta pembagian peralatan Counter UAV Skyfend.
Kegiatan dilaksanakan pada 27 hingga 29 Januari 2026 di Hanggar Squad Drone Korbrimob Polri, Satuan Latihan Brimob Cikeas.
Diikuti oleh perwakilan personel dari berbagai satuan, termasuk dari Personel Satuan Brimob Polda Sumut yakni Brigadir Raymond HN dan Bharada M. Widodo.
Dibuka secara resmi Kepala Bidang Teknologi Informasi Korbrimob Polri, KBP Hendrik Budhi Prasetyo, S.I.K., M.Si., yang menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai bagian dari kesiapan operasional Brimob di era modern.
Para instruktur memberikan materi teknis terkait pengenalan dan pengoperasian peralatan Counter UAV Skyfend dan Skyhawk.
Peserta juga menerima langsung peralatan Counter UAV Skyfend yang disertai dengan pengecekan fungsi alat, guna memastikan kesiapan penggunaannya di lapangan sesuai standar operasional.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi.
Peralatan yang telah dibagikan harus digunakan dan dirawat dengan baik. Ilmu dan keterampilan yang diperoleh agar terus dilatih dan dikembangkan ke satuan masing-masing.
Ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang telah diperoleh.
Seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan lancar. Peserta dinyatakan telah mampu mengaplikasikan peralatan Counter UAV dalam skenario lapangan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Sebagai hasil akhir, satu unit peralatan Counter UAV Skyfend telah diterima dalam kondisi baik dan berfungsi normal untuk selanjutnya dibawa kembali ke satuan guna mendukung pelaksanaan tugas.
Korps Brimob Polri menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan profesionalisme personel, serta memastikan kesiapan satuan dalam menghadapi berbagai potensi ancaman berbasis teknologi demi mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat. (Red)







