Home / Nasional / Lapas Medan Gelar Ibadah Paskah Bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung

Lapas Medan Gelar Ibadah Paskah Bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan Ibadah Paskah bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan (KKT).
Foto : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan Ibadah Paskah bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan (KKT). (Ist)

Medan, (Infokasus24.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan Ibadah Paskah bersama Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan (KKT), Senin (13/04/26), bertempat di Gereja Oikumene St. Paulus Lapas Kelas I Medan.

Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) khususnya yang beragama Kristen, sekaligus sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, moral, dan keimanan dalam proses pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.

Ibadah Paskah diikuti oleh staf Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemas), pegawai magang, warga binaan beragama Kristen, serta tim dari Komunitas Kasih Tuhan Keuskupan Agung Medan.

Turut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap.

Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan penuh khidmat yang diawali dengan pujian dan nyanyian rohani bersama, dilanjutkan dengan penyampaian khotbah oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, pengumpulan persembahan (kolekte), serta ditutup dengan lagu dan doa bersama.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta memperkuat mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui ibadah Paskah ini, diharapkan warga binaan dapat semakin memperdalam iman, menumbuhkan semangat perubahan diri, serta membangun harapan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Fonika.

Lapas Kelas I Medan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari aspek kemandirian dan kedisiplinan, tetapi juga pembinaan keagamaan guna mewujudkan Pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pemulihan sosial. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *