Home / Nasional / Lapas Kelas I Medan Gelar Razia Gabungan Secara Random

Lapas Kelas I Medan Gelar Razia Gabungan Secara Random

Kakanwil Ditjen PAS Sumut, Jalu Yuswa Panjang, bersama jajaran Lapas Kelas I Medan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, TNI, dan Polri, melaksanakan razia dan penggeledahan kamar hunian WBP.
Foto : Kakanwil Ditjen PAS Sumut, Jalu Yuswa Panjang, bersama jajaran Lapas Kelas I Medan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, TNI, dan Polri, melaksanakan razia dan penggeledahan kamar hunian WBP. (Ist)

Medan, (Infokasus24.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan melaksanakan razia dan penggeledahan gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH), disertai tes urine terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas, Rabu (16/9/2026) malam.

Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, dengan melibatkan jajaran Lapas Kelas I Medan, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, TNI, dan Polri.

Penggeledahan dimulai pukul 21.00 WIB sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk mencegah masuk dan beredarnya barang-barang yang dilarang di dalam Lapas.

Penggeledahan dilakukan secara random (acak), objektif, dan tanpa tebang pilih. Sebanyak 20 kamar hunian yang tersebar di beberapa blok menjadi sasaran pemeriksaan.

Penentuan kamar dilakukan sebagai bagian dari strategi pengawasan dan deteksi dini, tanpa membedakan status maupun latar belakang WBP serta tanpa memberikan perlakuan khusus kepada warga binaan tertentu.

WBP yang berada di dalam kamar dikeluarkan satu per satu untuk menjalani pemeriksaan badan. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan terhadap barang-barang milik WBP serta seluruh bagian kamar hunian secara humanis dengan tetap mengedepankan prosedur keamanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di dalam kamar hunian, di antaranya 6 unit handphone, kipas angin, rice cooker, kompor listrik, teko listrik, charger, headset, korek api, gunting, obeng, cutter, tang, palu, sutil, sambungan listrik, speaker, pompa air elektrik, serta sejumlah barang lainnya.

Seluruh barang hasil penggeledahan kemudian diamankan untuk dilakukan pencatatan dan inventarisasi. Barang-barang tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemusnahan terhadap barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam Lapas.

Selain penggeledahan, dilanjutkan dengan tes urine terhadap 220 orang, yang terdiri dari 200 WBP dan 20 petugas. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan NEGATIF dari penggunaan narkotika.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib.

«“Razia dan tes urine ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban. Pelaksanaannya dilakukan secara objektif dan tanpa tebang pilih. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan APH untuk memastikan Lapas tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba”, ujar Jalu.»

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa pengawasan dan pemeriksaan akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari komitmen jajaran Lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

«“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara berkala. Penggeledahan dilakukan secara random dan tanpa tebang pilih sebagai bagian dari deteksi dini. Hasil tes urine terhadap 220 peserta seluruhnya negatif, sementara barang-barang yang ditemukan telah diamankan untuk dicatat, diinventarisasi, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” ungkap Fonika.»

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan keamanan dan ketertiban sekaligus tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini, serta pencegahan peredaran narkoba dan masuknya barang-barang yang dilarang ke dalam satuan kerja pemasyarakatan.

Melalui pelaksanaan razia secara berkala, random, objektif, dan tanpa tebang pilih, serta penguatan sinergi bersama APH, Lapas Kelas I Medan terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *