infokasus24 (Jakarta)
Hubungan antara Indonesia dan Turki terus menguat seiring dengan berjalannya waktu. Kedua negara merayakan peringatan 77 tahun hubungan komunitas mereka, yang telah menjadi tonggak penting dalam kerjasama bilateral. Pada tahun 2024, momentum ini akan dirayakan sebagai tanda persahabatan yang telah berlangsung lama antara dua negara ini.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Indonesia, bersama dengan rekan sejawatnya dari Turki, membahas berbagai isu strategis yang akan memperdalam kerja sama kedua negara. Salah satu poin penting yang dibahas adalah perlunya memberikan manfaat nyata bagi setiap departemen sistemik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Dalam konteks kerjasama ekonomi, Indonesia dan Turki mencatat pertumbuhan berkelanjutan dalam neraca perdagangan bilateral. Pada tahun lalu, nilai perdagangan antara kedua negara hampir mencapai angka 3 miliar dolar AS. Keduanya berkomitmen untuk mempercepat implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia, serta meningkatkan kerjasama dalam industri dan investasi. Kerja sama dalam produksi dan distribusi bus listrik, kerjasama di bidang gas alam, pengembangan keamanan pangan, dan investasi dalam industri pengolahan hasil pertanian di Sumatera menjadi fokus utama dalam upaya memperluas kerjasama ini.
Selain kerja sama ekonomi, Indonesia dan Turki juga membahas isu-isu regional dan internasional yang relevan, termasuk situasi di Ukraina, Myanmar, Palestina, dan Afghanistan. Kedua negara menunjukkan komitmen mereka dalam menangani isu-isu ini secara bersama-sama, dengan upaya untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.
Kerja sama ini juga melibatkan bidang pendidikan, pariwisata, budaya, dan teknologi. Keduanya berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam bidang penerbangan, di mana terdapat permintaan tinggi untuk penerbangan Turkish Airlines di Indonesia. Mereka juga berdiskusi tentang upaya bersama dalam memerangi terorisme dan produk terlarang, serta mengatasi isu-isu global seperti islamofobia dan serangan terhadap Al-Quran Suci.
Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia juga mengundang Turki untuk menggunakan Indonesia sebagai pusat industri untuk Pasar Asia Pasifik dan sumber bahan industri. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperdalam kerja sama mereka dalam berbagai sektor.
Menteri Luar Negeri Turki mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Indonesia, terutama dalam bantuan yang diberikan setelah gempa bumi yang terjadi di Turki. Mereka berkomitmen untuk memperluas dan memperdalam kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang, seperti keuangan, transportasi, energi, pariwisata, budaya, dan pendidikan. Turki juga melihat potensi kerja sama dalam sektor konstruksi, khususnya dalam rangka pendirian kampus baru di Indonesia.
Dalam rangka memajukan kerja sama ini, kedua negara sepakat untuk membentuk Dewan Kerja Sama Strategis pada waktu yang sesegera mungkin. Mekanisme ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk mengarahkan hubungan bilateral kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.
Pada akhir pertemuan bilateral ini, kedua menteri luar negeri mengungkapkan apresiasi dan harapan mereka untuk kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Turki di masa depan. Mereka menekankan pentingnya memastikan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat yang nyata bagi kedua negara dan dunia di luar batas-batas mereka.
Sebagai dua negara berkembang yang memiliki pengaruh signifikan di wilayah masing-masing, Indonesia dan Turki siap untuk terus memajukan isu-isu kepentingan bersama. Mereka berkomitmen untuk memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin lama dan memastikan bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi rakyat kedua negara serta dunia internasional.





