
Foto : Kepsek SMP negeri 15 Medan Dr. Tiurmaida Situmeang SPd MPd.
Medan,(Infokasus24.).
Maraknya pemberitaan di Media Massa serta tayangan Video di Media Sosial adanya beberapa guru di SMP Negeri 15 Medan yang mengaku ditekan dan diintimidasi kepala sekolah.
Dalam tayangan video tampak sejumlah guru menangis di dalam ruangan kelas, karena gaji mereka ditahan oleh kepala sekolah tanpa alasan yang jelas.
Kepala Sekolah SMPN 15 Dr. Tiurmaida Situmeang, S.pd, M.Pd katakan tuduhan penahanan gaji guru itu tidak benar, itu hanya kesalahpahaman antara guru dan kepala sekolah.Senin (18/9).
” Saya mengambil cuti (31/8) sampai (2/9), cuti saya itu resmi saya laporkan ke Dinas Pendidikan, karena ada urusan keluarga yang penting harus diselesaikan ” Ungkap Kepsek SMP Negeri 15 Medan Tiurma Situmeang.
Selepas Cuti (5/9), bendahara SMP15 Medan jumpai Tiurmaida Situmeang dan katakan dirinya pindah tugas serta tunjukkan surat pindahnya, saat itu bendahara juga berikan amprah gaji guru dan pegawai kepada Kepsek saat itu juga kepsek menunjuk Bendahara baru.
“Jadi tidak jelas duduk perkara soal penahanan gaji oleh kepala sekolah seperti yang disampaikan 8 guru dalam video tersebut,” Ujarnya lagi.
“Kepada Dinas saya sampaikan agar dibayarkan dulu gaji guru yang 25 orang sementara guru 8 lainya dibayarkan nanti, karena saya nilai kurang disiplin.
Namun oleh dinas tidak dibenarkan . Pada (6/9) saya mendapat surat dari Dinas untuk melakukan klarifikasi persoalan itu,” Imbuhnya.
Tiurmaida Situmeang juga mengatakan, guru yang 8 orang tersebut kurang disiplin dan sering keluar disaat jam belajar.
“Sebagai kepala sekolah sudah sering mengingatkan kepada guru jika keluar pada jam belajar harus memberi tahu, tapi tak diindahkan selanjutnya saya buat surat teguran,” jelasnya.
Kepsek juga akui diberi teguran oleh Dinas Pendidikan pada (7/9) terkait keterlambatan gaji.
Pada saat itu juga langsung persiapkan termasuk sampaikan SK pengangkatan bendahara yang baru.
“Pada (8/9) bersama-sama bendahara yang baru ke dinas untuk meminta surat pencairan ke bank Sumut. Di situ saya langsung yang mengantar berkas, hari yang sama masuk rekening masing-masing termasuk saya, jadi tidak ada yang tidak dapat gaji,” Urai kepsek.
“Jadi Masalah ini sebenarnya sudah clear, gaji sudah tersalur ke rekening masing-masing
guru maupun pegawai SMP 15 (8/9),” ujar Tiurmaida.
Terkait pungli kantin sekolah yang dituduhkan guru kepadanya. Tiurmaida menyangkalnya, dan jelaskan hasil pembayaran uang kantin itu dialokasikan ke pembayaran sampah.
Menurutnya penyumbang sampah terbesar di sekolah berasal dari kantin, “Jadi wajar toh kalau itu kita kembalikan ke situ. Bahkan air minum guru dan siswa yang ikut ekstra kurikuler juga berasal dari situ. Selama ini uang kantin yang dikelola koperasi tidak jelas peruntukannya, sehingga saya berinisiatif untuk melakukan perubahan, bahkan ada mural yang digambar di tangga sekolah juga uangnya dari situ,” tuturnya.
Ahmad Khaidir salah satu guru SMP 15 Medan mengatakan ini semua hanya kesalah pahaman antara guru dan kepala sekolah
“Terhadap penundaan gaji, itu merupakan salah paham, sebab video dibuat pada (8/9) pagi sedangkan di tanggal yang sama gaji masuk di sore hari.
Mungkin video itu dibuat sebelum terima gaji, tapi sorenya sudah terima, nah kita tidak menyangka hingga saat ini masih beredar luas dan viral-viral,” pungkas Ahmad Khaidir.(Agus).







