
GUNUNGSITOLI, (infokasus24.com) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungsitoli, Dr. Firman Halawa, S.H., M.H., menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam pelantikan pengurus Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Gunungsitoli periode 2026-2029.
Acara yang berlangsung di Nias Palace Hotel ini menandai tonggak sejarah baru sinergitas antara institusi hukum dan insan pers di wilayah Kepulauan Nias, Senin (27/4/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Forwaka Sumatera Utara, Irfandi, dan disaksikan oleh jajaran Kasi Kejari Gunungsitoli serta tokoh pers daerah.
Menjunjung Tinggi Kode Etik dan Sinergitas
Dalam arahannya, Dr. Firman Halawa menekankan bahwa kehadiran Forwaka di Gunungsitoli harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi penegakan hukum yang akurat. Ia mengingatkan para jurnalis untuk tetap berpegang teguh pada Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
“Pelantikan ini momen bersejarah karena pertama kali terbentuk di Gunungsitoli. Saya menekankan kepada teman-teman Forwaka untuk tetap menjunjung tinggi profesionalitas. Kritik silakan, namun hendaknya bersifat konstruktif, bukan subjektif semata,” tegas Firman Halawa.
Lebih lanjut, Kajari juga mendorong Forwaka untuk tidak eksklusif. Meski berada di bawah naungan pos Kejaksaan, pengurus diminta tetap membuka diri terhadap informasi publik lainnya demi kemajuan daerah.
Integritas di Tengah Gempuran Hoaks
Ketua Forwaka Gunungsitoli yang baru dilantik, Bothaniman J. Telaumbanua, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ini sebagai wadah jurnalis yang berintegritas.
Menurutnya, tantangan terbesar pers saat ini adalah membedakan fakta dan opini di tengah cepatnya arus informasi digital.
“Integritas adalah harga mati. Di era digital, berita bohong (hoax) sering kali menyamar menjadi kebenaran. Forwaka harus menjadi garda terdepan dalam memverifikasi data dan fakta agar informasi yang sampai ke masyarakat valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bothaniman.
Struktur Organisasi dan Dukungan SMSI
Ketua Panitia, Sabarman Zalukhu, melaporkan bahwa kepengurusan Forwaka Gunungsitoli terdiri dari 19 orang yang merepresentasikan sekitar 30 media (cetak, elektronik, dan siber).
Proses pembentukan ini telah dimulai sejak Januari 2026 melalui mandat dari Forwaka Sumatera Utara.
Dukungan juga datang dari Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepulauan Nias, Suarman Telaumbanua. Ia berharap kolaborasi antara SMSI dan Forwaka dapat memperkuat ekosistem media yang sehat di Nias.
Aksi Sosial: Santunan Anak Yatim
Menutup rangkaian acara, Forwaka Gunungsitoli menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan tali asih kepada anak-anak dari Panti Asuhan Faomasi Zoaya.
Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Kajari Gunungsitoli bersama pengurus Forwaka Sumut dan Gunungsitoli sebagai bentuk syukur atas resminya organisasi tersebut. (BM-red).







