Home / Nasional / Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim di Lapas Medan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim di Lapas Medan

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan santunan anak yatim.
Foto : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan santunan anak yatim. (Ist)

Medan, (Infokasus24.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan sukses menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim, bertempat di lingkungan Lapas Kelas I Medan, Selasa (15/09/26).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan kualitas mental, spiritual, dan moral para Warga Binaan.

Peringatan hari besar keagamaan menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di dalam lembaga pemasyarakatan.

Pelaksanaan pembinaan kerohanian dilatarbelakangi oleh komitmen Lapas Kelas I Medan dalam mendukung program prioritas pembinaan kepribadian, khususnya penguatan nilai-nilai keagamaan bagi Warga Binaan.

Dalam kerangka tersebut, Lapas terus mendorong transformasi tata kelola pembinaan melalui pendekatan yang humanis agar para Warga Binaan dapat melakukan instrospeksi diri dan siap kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter bagi Warga Binaan.

“Semoga momen penuh kebersamaan membawa kedamaian, mempererat tali silaturahmi, dan menginspirasi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari”, ujar Kalapas I Medan, Fonika Affandi.

Selain ceramah keagamaan dan doa bersama, rangkaian acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Warga Binaan dan petugas pemasyarakatan dilibatkan sebagai wujud nyata kepedulian sosial serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.

Berbagai program pembinaan kerohanian dan sosial tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan pengawasan, tetapi juga pada proses pembinaan kepribadian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk mengembangkan potensi spiritual, moral, serta kepedulian sosial.

Lapas Kelas I Medan menyambut antusias pelaksanaan keagamaan tersebut sebagai momentum untuk memperlihatkan pembinaan yang berkelanjutan di dalam lapas, mulai dari aspek pelayanan kerohanian hingga program sosial kemasyarakatan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pembentukan mental positif untuk melihat capaian dan kebutuhan penguatan karakter Warga Binaan.

Lapas Kelas I Medan bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan kepribadian dan mental spiritual Warga Binaan.

Rangkaian kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh hasil pembinaan yang utuh dan berdampak positif bagi perubahan perilaku Warga Binaan.

Dengan adanya pembinaan kerohanian yang rutin dilakukan dapat menjadi masukan dan motivasi dalam meningkatkan kualitas hidup Warga Binaan.

Ke depan, Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan, meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta mengembangkan berbagai program positif sebagai bagian dari persiapan menuju reintegrasi sosial.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pelayanan yang profesional, serta dukungan sinergi dan pengawasan dari berbagai pihak, Lapas Kelas I Medan terus berupaya menghadirkan pemasyarakatan yang semakin humanis, produktif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan maupun masyarakat. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *