Home / Uncategorized / Praktisi Hukum Sumut : Minta Partai PAN Pecat Oknum Anggota DPRD Nias Utara Yang Digrebek di Kamar Hotel Medan.

Praktisi Hukum Sumut : Minta Partai PAN Pecat Oknum Anggota DPRD Nias Utara Yang Digrebek di Kamar Hotel Medan.

Medan(Infokasus24). Peristiwa penggerebekan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias Utara NZ yang tengah berduaan didalam kamar menggemparkan warga Sumatera Utara khususnya warga Nias Utara.

Pasalnya NZ yang digrebek warga didalam kamar hotel 61 Jalan Iskandar Muda Medan sudah tidak mencerminkan etika sebagai wakil rakyat, terlebih wanita yang bersamanya itu merupakan istri sah orang lain.

Hal ini ditegaskan Praktisi Hukum Sumatera Utara Rambo Silalahi, S.H menanggapi video viral NZ tengah didalam kamar digerebek warga.

Menurutnya, hal ini telah menciderai kepercayaan masyarakat luas terkhusus warga Nias Utara pada umumnya kata dia.

Tambah Rambo Silalahi, meski dalam sejumlah pemberitaan dimedia massa bahwa NZ tidak ada hubungan khusus dengan wanita tersebut dan hanya sebatas meminjam uang saja.

” Sangat janggal dan alasannya tidak dapat diterima akal sehat, jika mau memberi pinjaman uang kenapa mesti dalam kamar hotel? apalagi zaman sudah modern, kan gak mesti ketemu dihotel, bisa aja ditransfer atau ketemu di recepcionis, secara moral Anggota Dewan Nias Utara ini sudah tidak mencerminkan pejabat yang terhormat” ujar Rambo heran, Senin (14/08).

Rambo Silalahi juga mempertanyakan “jika tidak benar dugaan perselingkuhan tersebut, kenapa takut kepada warga yang menggerebek itu, kenapa ada cerita uang damai 40 juta rupiah? baiknya Partai PAN segera pecat dari DPRD yang seperti ini agar jadi pelajaran sama yang lain” tutup Rambo.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias Utara NZ diduga kuat selingkuhi wanita yang telah bersuami disalah satu hotel di Kota Medan.

Skandal perselingkuhan ini diketahui pasca sejumlah warga menggerebek NZ tengah berduaan didalam kamar.

Wanita yang bersama wakil rakyat itu berinisial DH, DH sendiri sempat ia sembunyikan didalam toilet hotel.

Hal ini dibeberkan oleh narasumber media ini yang enggan dipublikasikan namanya saat berbincang dengan wartawan.

” Digrebek oknum DPRD itu didalam kamar, Ia sempat membantah dan mengatakan telah dijebak. Setelah dicari, ternyata DH disembunyikan didalam toilet hotel” ucap sumber, Jumat (11/08).

Tambahnya, wakil rakyat itu sempat berkilah bahwa antara dirinya dengan wanita itu tidak ada hubungan. Hanya saja, ada cerita meminjam duit.

” Logika sajalah, meminjam duit didalam kamar hotel, dari jam 15.00 Wib di gedor – gedor pintu kamar hotel tidak dibuka pintu, sampai pada pukul 17.18 Wib pintu dibuka dan awalnya tidak ada wanita itu, setelah dicari ditemukan di toilet ” ucapnya.

Dikonfirmasi hal ini kepada pihak management perhotelan yang dimaksud  Jumat (11/08). Melalui salah seorang pihak management mengakui bahwa atas nama N Z, (26/7) ada Check In di kamar hotel nomor 411.

Meski sebelumnya pihak management hotel menutupi dan mengatakan kamar tersebut kosong (26/7).

” Oh iya Pak, ada rupanya atas nama NZ chek in (26/7) di kamar 411″ ucapnya setelah kru awak media memperlihatkan video insiden penggrebekan tersebut.

Hal ini diperkuat oleh saksi yang merupakan security di hotel tersebut bernama Yudi.

Yudi mengatakan mendapat laporan ada keributan dilantai 4 terekam di kamera CCTV.

” Atasan memerintahkan saya naik keatas. Ada tamu dilantai atas ribut, jadi saya melerai dan saya suruh diselesaikan diluar hotel saja ” ucapnya.

Ditambahkannya, ia tidak tau kalau lelaki itu anggota DPRD dan wanita tersebut selingkuhannya, ucapnya.

Terpisah, NZ membantah telah berselingkuh dengan istri orang lain. Dalam siaran tertulisnya, NZ mengklaim wanita yang ada dalam kamar hotel bersama dirinya itu sebatas meminjam uang saja.

“Soal berita yang beredar yang menuding saya berselingkuh yang terbit kemarin. Saya menegaskan bahwa hal itu semua adalah tidak benar. Pada saat itu yang sebenarnya adalah seorang ibu berinisial DH sebelumnya memohon bantuan keuangan untuk biaya les privat anaknya yang sudah menunggak dan saya membantu DH dengan berjanji untuk bertemu di Hotel tempat saya menginap,” ucap NZ, Kamis (10/08).

NZ mengatakan antara kedatangan sejumlah warga itu singkat dan terencana. Ironisnya, pengakuan NZ tidak berselingkuh itu diragukan sejumlah pihak.

Pasalnya kepada warga NZ mengaku telah mentransfer sejumlah uang yakni 40 juta rupiah kepada warga yang menggrebek tersebut sebagai uang damai.

” Saya merasa terpojok dan ketakutan atas ancaman dan intimidasi yang mereka lakukan, maka saya dengan terpaksa mengiyakan permintaan mereka untuk mentransferkan uang sebesar Rp40 juta rupiah ke salah satu nomor rekening pelaku.

Setelah uang dimaksud berhasil saya transfer ke rekening salah satu pelaku maka dalam hitungan menit mereka pun beranjak pergi dan mengatakan masalah sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.
(Josua).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *