
Foto : Kondisi M Syahdika Sangat Memperihatinkan di RS H Adamalik Medan, Sabtu (23/9). (M.M)
Medan,(Infokasus.24).
M.Syahdika (20) thn, korban lakalantas tidak berdaya dan terbujur lemah di Ruang Rindu B lantai II kamar 25 RSUD H.Adam Malik, Sabtu (23/9).
M.Syahdika korban tabrak lari (16/6) mengalami kebocoran dari pinggul sebelah kiri yang menyebabkan mengeluarkan cairan atau nanah setelah usai pasca operasi pada usus nya, (23/7) di RSU.ROYAL PRIMA medan jalan ayahanda Kec.Medan Petisah Sei Putih Tengah.
Dalam hal ini Siska ibu Kandung M.Syahdika sangat terpukul akan kondisi anaknya yang mana selesai dari operasi kondisi Syahdika terus menerus turun hingga di rujuk ke RSUD H.ADAM MALIK.

Siska juga menyampaikan kronologis yang di alami anaknya kepada awak media, bahwa anaknya sempat dirawat RSU Mitra Medika yang berada Jl. Medan – Batang Kuis Dusun XI Emplasmen, Bandar Klippa, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, selama tiga hari dan menyampaikan bahwa anaknya mengalami usus bocor” ucapnya.
Masih kata Siska adapun arahan dan rujukan yang di lakukan RSU. Mitra Medika untuk merujuk ke RSU.Mitra sejati di karenakan alat tidak lengkap.
Siska juga mengatakan sesampainya rujukan tersebut ke RSU.Mitra Sejati Jl. Jenderal Besar A.H. Nasution No.7, Pangkalan Masyhur Kec. Medan Johor Kota Medan, dilakukan observasi selama dua hari melihat kondisi anak sudah melemah dokter melakukan transfusi darah sebanyak satu kantong.
Adapun dokter spesialis mengatakan kepada Siska bahwa anaknya mengalami usus bocor, namun beberapa menit kemudian Siska dipanggil oleh perawat bahwa anaknya di diagnosa mengalami usus berlipat, mengingat adanya ketidakpastian penjelasan dari dokter dan perawat yang berbeda-beda Siska lalu membawa anaknya pulang.
Siska yang mengalami kebingungan dengan kondisi Syahdika kembali melakukan perawatan di RSU. Haji No.47 Kenangan Baru Kec. Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, namun sempat ditolak mengingat kalau BPJS dan Jasa Raharja tidak bisa di klaim dan manajemen rumah sakit menyarankan untuk rawat umum, mengingat keadaan tidak memiliki apa-apa, Siska kembali membawa anaknya pulang” pungkasnya.
Melihat kondisi Syahdika yang terus memburuk siska kembali menghubungi pihak Jasa Raharja agar dapat memberi bantuan BPJS laka-lantas untuk anaknya, mendapat keluhan tersebut pihak Jasa Raharja mencoba konfirmasi pihak RS Mitra Sejati, untuk membuka kembali pengklaiman tersebut dan di rawat ke Mitra Sejati, Namun dokter yang menangani Syahdika merasa kecewa bahwa Siska marah-marah di rumah sakit dan menolak kembali Syahdika.
Adanya situasi yang darurat pihak Jasa Raharja kembali mengarahkan Siska untuk membawa Syahdika ke RSU.Royal Prima yang berlokasi di Jl. Ayahanda No.68 A, Sei Putih Tengah Kec. Medan Petisah Kota Medan, dibawa ke IGD, dua hari di IGD setelah adanya observasi pihak dokter melakukan pasca operasi, mengingat Syahdika sudah mengalami infeksi usus bocor.
Usai dari pasca operasi siska juga menyampaikan kondisi anaknya, yang mengalami pelepuhan bagian pinggul sebelah kiri dan bocor, adanya kebocoran yang di sebabkan pelepuhan, Siska kembali membawa Syahdika ke Royal Prima namun pihak dokter yang menangani Syahdika menyatakan bahwa anak ibu datang kemari sudah rusak dan babak belur, ucap siska menirukan ucapan dokter tersebut.
Harapan Siska pihak Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dapat memperhatikan kondisi anaknya yang sangat membutuhkan perawatan medis agar dapat sembuh dan bisa beraktivitas kembali.
Adapun tanggapan pakar kesehatan yang tidak ingin namanya di cantumkan menyampaikan kepada awak media melihat kondisi M.syahdika yang saat ini di rawat RSUD H.Adam Malik Jl. Bunga Lau No.17, Kemenangan Tani Kec. Medan Tuntungan Kota Medan, Usai dari operasi tersebut butuh perawatan yang intensif sehingga Syahdika dapat pulih kembali,” tegasnya.
Miris akan kondisi dialami M.Syahdika yang sangat prihatinkan. Ketua wilayah Rudy Chairuriza Tanjung JPKP angkat suara atas laporan masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSU yang melalaikan Tupoksinya sebagai pengabdi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Ria br Sitorus selaku Ketua PIC sosial JPKP Sumut juga menyayangkan kebijakan pemerintah dengan membiasakan kegunaan BPJS yang ditentukan oleh sistem paket di BPJS Kesehatan terutama teruntuk penanganan medis pasien laka-lantas yang mana bila melebihi ketentuan dari BPJS kesehatan, Maka si Pasien wajib pulang dulu, walau keadaan pasien belum bisa dinyatakan pulang dengan kondisi medisnya.
Dalam hal ini PIC Sosial DPW JPKP Sumut sangat keberatan dengan sistem tersebut untuk apa buat BPJS Kesehatan jika di tentukan oleh sistem sementara perawatan medis masih dibutuhkan pasien, Jika dibuat akhirnya tidak dapat membantu warga tidak mampu untuk mendapatkan hak-hak nya untuk sehat, ” tegasnya.
Selaku Ketua wilayah JPKP Rudi Chauriza Tanjung juga menyampaikan agar pemerintah dapat memberikan solusiĀ terhadap aturan ini dan dapat melakukan peninjauan kembali, atas sistem yang berlaku, rakyat miskin menjadi korbanĀ jika kondisi ini dan sistem ini di berlakukan terus harga nyawa masyarakat tidak berharga khususnya buat si miskin disebabkan sistem yang berlaku sehingga adanya batasan serta hak-hak masyarakat untuk sehat sebagai peserta jaminan kesehatan pemerintah, Sehingga kondisi pasien tersebut yang hadir dari golongan masyarakat miskin merasa sangat di permainkan haknya.. (M2)







