
Foto : Wartawan memasuki lokasi judi Pasar 7 Marelan dan para penjaga portal tersebut langsung menyetop dan menutupi kamera HP wartawan dengan lakban warna putih, serta para pelintas dijalan itu meskipun masyarakat umum yang bukan hendak masuk kelokasi, Kamis (28/09). (M.M).
Belawan,(Infokasus.24).
Diwilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan marak perjudian, hampir disetiap sudut ada lokasi lapak perjudian, sehingga ada Dugaan setiap adanya lapak perjudian diwilayah hukum polres pelabuhan belawan ada upeti yang diterima dari bandar ataupun pengelola perjudian tersebut.
Dalam investigasi awak media dilokasi perjudian Marelan pasar 7, Kamis (28/09). Tampaklah jelas dipersimpangan masuk lokasi sudah ada penjagaan yang ketat untuk mengantisipasi kemungkinan adanya Aparat Penegak Hukum yang masuk sehingga dapat langsung menginformasikan kedalam lokasi supaya cepat mensterilkan keadaan dilokasi lapak perjudian tersebut.


Apalagi setelah masuk kedalam gang lokasi tersebut kita harus melewati portal pertama yang dijaga ketat oleh orang orang suruhan bandar atau pengelolanya dan langsung menanyakan tujuan orang yang melintas di jalan masuk lokasi itu.
” Mau kemana bang ” tegur para penjaga yang tidak dikenal dan tidak mengetahui namanya kepada 2 orang awak media yang melintas hendak melakukan peliputan, Kamis (28/09).
Kemudian dengan jarak puluhan meter ditemui lagi portal kedua yang juga banyak dijaga ketat oleh orang orang suruhan dari pihak pengelola atau dari pihak bandar.
Diportal kedualah langsung kedua awak media distop para penjaga dan menutupi kamera Handphone awakmedia dengan lakban berwarna putih dengan tujuan supaya setiap yang melintas maupun yang masuk kelokasi perjudian tidak dapat memphoto ataupun memvideokan untuk publikasi.
” Bang pinggir bang ” .
ucap penjaga menyetop kedua awak media. Para penjaga langsung meminta HP untuk segera menutupi kamera HP kedua awak media.
Kemudian kedua awak media mejelaskan bahwa keduanya adalah wartawan, para penjaga langsung menyuruh kedua wartawan menunggu dilapangan didepan rumah makan dan tidak memberi kedua wartawan tersebut untuk masuk.
Ironisnya akses jalan masuk kelokasi lapak judi tersebut adalah jalan umum dan bukan jalan milik pribadi para bandar ataupun pengelola judi tersebut dengan tidak segan – segan para penjaga portal tersebut langsung menyetop dan menutupi kamera HP para pelintas dijalan itu meskipun masyarakat umum yang bukan hendak masuk kelokasi walaupun cuman hanya melintas dijalan itu.
Kapolres Pelabuhan Balawan Akpb Josua Tampubolon, SH, MH, tidak dapat dikonfirmasi karena suka memblokir WhatsApp Wartawan sehingga terkesan tidak ada keterbukaan informasi publik dan tidak pantas menjadi pejabat publik.
Terpisah, saat dikonfirmasi Wartawan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Zikri melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (29/09) hingga berita ini diterbitkan tdk ada memberikan keterangan ataupun bungkam.
Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan sama sama tidak dapat dikonfirmasi sehingga Kapolri dan Kapolda Sumut sudah layak mengevaluasi kedua pejabat Polres Pelabuhan Belawan tersebut. (M.M)







