
Bireuen, (infokasus24.com)- Pembangunan Smart Green House Drip System di empat kecamatan di Kabupaten Bireuen baru mencapai 75 persen. Proyek yang bersumber dari APBN 2024 dengan nilai Rp 480 juta per unit itu tersebar di Kecamatan Peulimbang (Desa Seunebok Nalan – KWT Tani Sejahtera), Kecamatan Pandrah (Desa Blang Samagadeng – KWT Bungong Meulu), Kecamatan Simpang Mamplam (Desa Meunasah Dayah – KWT Dayah Barona), dan Kecamatan Samalanga (Desa Geuleumpang Payong – KWT Cap Orang Tani).
Pantauan awak media infokasus24.com, Minggu (10/2/2025) menemukan adanya kendala dalam pengerjaan proyek tersebut. Salah seorang ketua kelompok tani, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa sudah 15 hari tidak ada aktivitas pekerjaan dilokasi mereka. Ia mengaku tidak mengetahui kapan proyek ini akan kembali dilanjutkan, dengan alasan para pekerja masih bertugas ditempat lain.
“Kami berharap proyek ini segera diselesaikan sebelum tenggang waktu yang telah ditentukan,” ujarnya. Sementara itu, pengawas proyek, saat dihubungi melalui telepon, hanya memberikan tanggapan singkat. Ia menyatakan bahwa penyelesaian proyek akan dilakukan dalam waktu dekat secara serentak. Namun, ia mengaku sedang sibuk dan akan berangkat ke Aceh Tengah untuk memantau proyek lainnya.
Keterlambatan ini juga mendapat perhatian dari Kepala Desa Seunebok Nalan, Mustafa. Ia mendesak pihak pelaksana agar menyelesaikan proyek sesuai jadwal. ” Jika proyek ini selesai, kami berharap pihak pelaksana berkoordinasi kembali dengan pemerintahan desa, sebagaimana saat awal proyek ini dimulai,” tegas Mustafa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan lebih lanjut , kapan pengerjaan proyek akan kembali dilanjutkan dan bagaimana langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan proyek tersebut. (Chan)







