
MEDAN(infokasus24.com)– Nilai kemanusiaan dan rasa persaudaraan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (FORWAKA SUMUT). Meski terpisah jarak, kepedulian antaranggota tetap menjadi prioritas utama organisasi profesi ini.
Hal tersebut dibuktikan saat pengurus FORWAKA SUMUT menjenguk Syamsir Alam Nasution, salah satu wartawan senior yang tengah menjalani masa pemulihan pasca operasi batu empedu di Rumah Sakit Madani, Medan, Rabu (21/1).
Pesan Haru Ketua FORWAKA dari Luar Kota Meski sedang menjalankan tugas dinas di luar provinsi, Ketua FORWAKA SUMUT tetap memantau kondisi anggotanya.
Melalui Sekretaris T. Andri Pratama dan Bendahara Awaluddin Lubis, sang Ketua menitipkan salam hangat dan doa tulus untuk kesembuhan Syamsir.
“Sehatlah dan kuat kembali. FORWAKA menunggu tawa dan semangatmu di tengah kita,” tulis Ketua FORWAKA SUMUT dalam pesan singkat yang dibacakan di ruang perawatan.
Pesan tersebut menjadi suplemen moral bagi Syamsir. Bagi keluarga besar FORWAKA, organisasi ini bukan sekadar wadah berkumpulnya para pemburu berita, melainkan rumah bagi persaudaraan yang saling menopang dalam suka maupun duka.
Solidaritas sebagai Energi Pemulihan
Sekretaris FORWAKA SUMUT, T. Andri Pratama, menegaskan bahwa aksi solidaritas ini adalah bagian dari budaya organisasi yang terus dijaga.
Menurutnya, kehadiran fisik maupun dukungan moril sangat penting bagi proses pemulihan seorang rekan.
“Organisasi ini bukan hanya wadah profesi, tetapi rumah persaudaraan. Saat satu rekan diuji, yang lain wajib hadir, baik secara fisik maupun batin,” ujar Andri.
Senada dengan itu, Bendahara Awaluddin Lubis menambahkan bahwa empati adalah kekuatan utama yang menyatukan mereka di tengah kerasnya dinamika jurnalistik di lapangan.
“Doa, perhatian, dan kebersamaan adalah energi pemulihan. Di FORWAKA SUMUT, kita kuat karena peduli,” tegas Awaluddin.
Sekilas Tentang Operasi Batu Empedu (Konteks Kesehatan)
Kondisi yang dialami Syamsir Alam Nasution, yakni batu empedu, merupakan salah satu gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis serius, sering kali melalui prosedur pembedahan (kolektistektomi).
Dukungan psikologis dari lingkungan sekitar terbukti secara medis dapat mempercepat fase pemulihan pasien pasca operasi.
Harapan Kembali ke Ruang Redaksi
Kehadiran para pengurus di RS Madani menjadi potret hangatnya sisi kemanusiaan di balik profesi wartawan yang sering dianggap kaku.
Rekan-rekan sejawat berharap Syamsir dapat segera pulih total dan kembali mengisi ruang redaksi dengan semangat serta canda tawa yang selama ini menjadi warna khas kebersamaan mereka. (BM-red).





