
Medan, (Infokasus24.com) – Anggota DPRD Kota Medan Fraksi NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, S.Sos., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kembali ditunjukkan melalui Reses VI Masa Persidangan III Tahun 2026 yang berlangsung di Jalan Palem Raya, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan reses berlangsung dalam suasana tertib, penuh keakraban, dan dihadiri sekitar 600 warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.
Dihadiri juga oleh unsur Pemerintah Kota Medan, antara lain perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, SDABMBK, Camat Medan Helvetia, Lurah Helvetia, para kepala lingkungan (Kepling), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Antonius Devolis Tumanggor menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan momentum penting untuk mendengar langsung suara masyarakat.
“Saya hadir bukan hanya untuk mendengar, tetapi memastikan setiap aspirasi masyarakat diperjuangkan hingga ke pemerintah terkait. Persoalan warga adalah tanggung jawab moral saya sebagai wakil rakyat”, tegas Antonius disambut tepuk tangan warga.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan yang harus diperhatikan, antara lain Drainase dan parit tersumbat sehingga memicu banjir, Lampu penerangan jalan umum sering padam, dan Infrastruktur jalan yang hingga kini belum selesai dikerjakan.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Antonius mengajak seluruh masyarakat agar tetap menjaga semangat kebersamaan dan budaya gotong royong dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Drainase yang tersumbat memang harus ditangani pemerintah, tetapi menjaga kebersihannya adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan hanya mengandalkan kepala lingkungan, mari seluruh warga bergotong royong menjaga lingkungan agar bebas banjir”, ujarnya.
Ia juga meminta dengan nada tegas, Dinas Perhubungan Kota Medan untuk segera memperbaiki seluruh lampu jalan yang padam.
“Saya minta Dinas Perhubungan segera bergerak cepat mengganti lampu penerangan jalan yang mati, memperbaiki tiang lampu yang rusak, baik di jalan utama maupun gang-gang permukiman, untuk keselamatan masyarakat tidak boleh ditunda”, tegas Antonius. (DM/Red)








