
Sumut ,(Infokasus 24.com)-Perjudian Toto Gelap (To gel) merek AJ masih tetap bebas beroperasi di sejumlah titik di Wilayah Hukum (Wilkum) Polrestabes Medan. Tidak adanya penindakan yang serius dari jajaran Polrestabes Medan menimbulkan tanggapan miring oleh publik. Pasalnya, penggrebekan yang dilakukan oleh Polsek Pancur Batu, Polsek Kutalimbaru, pada hari Jumat (13/09) kemarin dinilai hanya menggunakan pola Asal Bapak Senang (ABS) sebagai laporan kepada pimpinan bahwa pihaknya bekerja. Terbukti, pantauan wartawan hingga pada hari Kamis (26/09) masih saja to gel merek AJ bebas beroperasi disejumlah titik.
Hal ini juga cukup mengagetkan publik, pasalnya saat kru awak media menjejaki di Desa Baru, Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu judi to gel merek Alam Jaya sangat gampang dideteksi, bedanya dengan Polsek Pancur Batu yang mendatangi sejumlah lokasi warung yang kerab dijadikan lapak Juru Tulis (Jurtul) selalu saja hasilnya nihil. Melihat fenomena tak lazim tersebut menimbulkan rumor bahwa Kepolisian telah berkompromi terhadap kejahatan perjudian.
Sejumlah data investigasi kru awak media berikut denah peta lokasi juru tulis, bahkan markas perjudian tersebut telah disampaikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Jhon Marbun, Kapolsek Kutalimbaru AKP Banuara Manurung, Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, Kapolsek Pancur Batu AKP Krisnat Napitupulu. Dalam hal ini, masyarakat masih percaya kepada Kepolisian tidak berpihak terhadap pelaku kejahatan dan tidak memberikan ruang sedikitpun terhadap pelaku kejahatan.
Berawal dari wawancara ekslusif kru awak media dengan Juru Tulis (Jurtul) yang enggan dipublikasikan namanya di media ini, bahwa ia bekerja kepada bandar to gel berinisial nama K*NG. Kepada kru awak media jurtul mengaku mendapat upah 20 persen dari total penghasilan penjualan nomor to gel. Dan, jika uang setoran hasil penjualan tebak angka tersebut diantarkan langsung, maka, diberikan upah 25 persen.
Disinggung markas judi to gel tersebut berada dimana? si Jurtul tersebut mengatakan markasnya ada di Gang Namo Pecawir,
Jalan Lapangan Golf Tuntungan ll, Kecamatan Pancur Batu ujarnya.
” Saya menulis to gel sudah lama, bandar judi yang paling aman ya merek Alam Jaya inilah. Kantor besarnya ada di Gang Namo Pecawir Jalan Lapangan Golf Tuntungan ll ” ujar si Jurtul, Rabu (25/09/2024).
Begitu pula halnya di wilayah Kecamatan Kutalimbaru hingga saat ini perjudian to gel masih marak dan tak terkendali. Sebelumnya jajaran Polsek Kutalimbaru juga telah melakukan penggrebekan, akan tetapi penggrebekan “akal – akalan” tersebut tak membuahkan hasil apa – apa. Pasalnya, jajaran Polsek Kutalimbaru melakukan penggerebekan layaknya undangan upacara menggunakan dinas seragam lengkap. Alhasil penggrebekan pola ABS tersebut pun Gagal Total (Gatot) dan tidak membuahkan hasil.
Setelah ditelusuri oleh kru awak media, ternyata judi to gel masih tetap beroperasi diwilayah ini. Seperti ditemukan di Desa Sukarende Pasar 7, dan di
Desa Suka Makmur dan dikedai – kedai kopi diwilayah Kecamatan Kutalimbaru masih saja marak judi to gel.
Berlanjut di Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal diperoleh informasi bahwa Juru Tulis dari simpang 4 sempat diamankan oleh Polsek Sunggal. Akan tetapi hanya hitungan jam saja telah bebas dan kembali menggeluti profesi sebagai juru tulis to gel.
Informasi tersebut diperoleh dari seorang tokoh masyarakat berinisial TS. TS mengatakan bahwa Jurtul bermarga Tobing sempat diamankan oleh Polsek Sunggal namun setelah dihubungi bandar dari kantor malamnya langsung bebas ujar TS.
” Kekmanalah mau dibilang warga ini, itu si Tobing 2 minggu lalu ditangkap Polsek Sunggal. Di urus bandarnya, malamnya udah keluar, hari ini sudah nulis to gel lagi dia ” beber TS.
Dihubungi terpisah Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, akan tetapi Bambang masih tetap enggan berkomentar mengenai keresahan warga diwilayah hukumnya akibat darurat judi to gel tersebut.
Sedangkan Kapolsek Kutalimbaru AKP Banuara Manurung mengutarakan jawaban klasik dan akan mengecek informasi tersebut tulisnya menjawab pertanyaan wartawan.
Begitu juga Kapolsek Pancur Batu AKP Krisnat Napitupulu dihubungi terpisah mengatakan hal yang senada, ia juga mengatakan akan melakukan lidik terkait informasi tersebut.
” Segera kita lidik pak. Terimakasih informasinya” tulis AKP Krisnat Napitupulu.
Dilain sisi, praktisi hukum Sumatera Utara (Sumut) R. Silalahi, SH mengatakan ada kemungkinan – kemungkinan yang terjadi mengenai perjudian darat (ofline) (to gel) yang belum tersentuh oleh Kepolisian. Yang pertama mungkin Kepolisian belum mendeteksi adanya praktik perjudian, dan kemungkinan lain melihat ramainya sorotan media massa, kemungkinan ada oknum yang bermain api dibalik itu semua.
Kenapa hal ini menjadi asumsi publik,, melihat belum ada satupun yang berhasil ditangkap hingga memunculkan rumor ditengah – tengah masyarakat oknum kepolisian telah melakukan pembiaran.
R. Silalahi SH, menambahkan satu catatan penting bahwa tidak ada satupun praktik perjudian di Indonesia ini memiliki lisensi khusus untuk bebas beroperasi. Dengan kata lain, bahwa perjudian dilarang oleh negara.
” Barangkali jika Kepolisian tidak bergerak, berarti telah mengabaikan tugas negara. Lantas kepada siapa lagi keamanan negara ini berlindung jika sudah meresahkan masyarakat tetap dibiarkan begitusaja?” kata dia.
R. Silalahi SH, juga mengingatkan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru – baru ini. Pesan itu disampaikan pasca ramainya judi online judi darat di indonesia yang sudah menimbulkan kegaduhan, bahkan memakan korban jiwa.
Kita sama – sama mengetahui pesan Kapolri saat itu mengatakan kepada jajaran segala bentuk perjudian agar semua harus ditindak
” Barangkali jika diabaikan, berarti pesan pimpinan tertinggi sudah tak berlaku lagi. Sejarah akan mencatat hal ini. Bahwa di Sumut tidak berlaku instruksi Pimpinan Polri” kritiknya.
(TIM).








