
Labuhan Deli, (Infokasus24.com) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli terus berupaya menghadirkan pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam bidang ketahanan pangan.
Wujud nyata komitmen tersebut terlihat dalam Panen Raya Singkong yang digelar di lahan pertanian binaan Rutan Labuhan Deli yang berlokasi Selambu Amplas, Kamis (13/11/25).
Kegiatan ini menjadi momen penting dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Rutan Labuhan Deli turut serta berkontribusi dalam mengoptimalkan lahan yang ada menjadi sumber produktivitas dan kemandirian, baik bagi lembaga maupun bagi warga binaan.
Panen dilakukan oleh pejabat struktural dan staf Rutan Labuhan Deli yang turun langsung ke lapangan untuk memanen hasil bumi berupa singkong yang tumbuh subur di lahan seluas beberapa hektar.
Singkong yang dipanen merupakan hasil kerja keras warga binaan yang telah dilibatkan dalam pembinaan pertanian sebagai bentuk pelatihan keterampilan dan peningkatan produktivitas.
Suasana berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Para petugas dan warga binaan terlihat bahu membahu, mencabut satu per satu batang singkong dari tanah.
Keringat yang menetes menjadi saksi dedikasi mereka dalam membangun semangat kemandirian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Tidak hanya memberikan hasil berupa bahan pangan, tetapi juga memberikan makna yang lebih luas: bahwa proses pembinaan di Rutan dapat menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi warga binaan untuk membangun etos kerja, kedisiplinan, serta kemampuan bertani yang kelak dapat digunakan ketika mereka kembali ke masyarakat.
Hasil panen singkong tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Rutan, serta sebagian akan dijadikan bahan olahan pangan kreatif seperti keripik singkong dan tepung mocaf, yang berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan hasil pembinaan.
Selain itu, sebagian hasil juga akan disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembenahan mental, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkontribusi secara produktif.
Mereka diajarkan pentingnya kerja sama, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap hasil kerja sendiri.
Semangat kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan panen raya ini juga mencerminkan sinergi positif antara petugas, staf, dan warga binaan dalam menjalankan program pembinaan yang sejalan dengan arah kebijakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu menciptakan sistem pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya panen raya, Rutan Kelas I Labuhan Deli berharap dapat menjadi contoh bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan pembinaan berbasis ekonomi produktif, yang tidak hanya mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga binaan dan masyarakat di sekitarnya. (DM)







