Home / Ragam / Kajari Gunungsitoli Bantah Kotak-kotakan Wartawan Karena Bahas Pelantikan Forwaka

Kajari Gunungsitoli Bantah Kotak-kotakan Wartawan Karena Bahas Pelantikan Forwaka

Foto : Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Resto Janji Jiwa, Senin (13 April 2026) bersama Kajari Firman Halawa dan Kasi Intel Yaatulo Hulu bukan konferensi pers, melainkan membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli. (BM-red).
Foto : Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Resto Janji Jiwa, Senin (13 April 2026) bersama Kajari Firman Halawa dan Kasi Intel Yaatulo Hulu bukan konferensi pers, melainkan membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli. (BM-red).

Gunungsitoli, (infokasus24.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli membantah keras tudingan “kotak-kotakan” wartawan setelah beredar pemberitaan yang menyebut Kajari Firman Halawa hanya terbuka kepada oknum wartawan tertentu yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka).

Sekretaris Forwaka Gunungsitoli, Haogo Zega, menegaskan bahwa pertemuan yang berlangsung di Resto Janji Jiwa, Senin (13 April 2026) bersama Kajari Firman Halawa dan Kasi Intel Yaatulo Hulu bukan konferensi pers, melainkan membahas rencana pelantikan Forwaka Gunungsitoli.

“Pertemuan itu untuk membahas pelantikan sekaligus meminta saran dan masukan agar pelantikan berjalan sukses,” kata Haogo Zega, Jumat (17 April 2026).

Menurut Haogo, di sela-sela diskusi tersebut, pengurus Forwaka secara spontan mengonfirmasi isu liar yang beredar di publik terkait penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan RSUP Kabupaten Nias. “Jadi tidak ada konferensi pers yang terencana. Konfirmasi itu murni spontan dan kebetulan saja,” tegasnya.

Haogo menjelaskan bahwa Forwaka Gunungsitoli merupakan bagian dari organisasi kewartawanan berjenjang yang dibentuk secara mandiri mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah, lengkap dengan AD-ART. “Forwaka ini sama seperti organisasi pers lainnya.

Tujuannya menjadi mitra strategis Kejaksaan dalam menyampaikan informasi penegakan hukum kepada publik,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan sinergi Forwaka Sumut yang baru saja menggelar Safari Ramadhan bersama PWI dan SMSI. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan siapa pun, terutama rekan-rekan pers,” tambah Haogo.

Lebih lanjut, Haogo mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk menjaga kebersamaan. “Mari kita jaga kebersamaan sebagai sesama wartawan, bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Kami juga memohon dukungan semua pihak untuk suksesnya pelantikan Forwaka Gunungsitoli,” katanya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Gunungsitoli Yaatulo Hulu juga membantah adanya niat mengkotak-kotakan wartawan. “Pertemuan itu murni membahas pelantikan Forwaka. Rekan-rekan Forwaka hanya menyelingi pertanyaan soal isu liar kasus RSUP Nias, dan Pak Kajari menanggapi untuk meluruskan informasi yang beredar. Tidak ada konferensi pers,” jelas Yaatulo.

Yaatulo menambahkan bahwa Kejari Gunungsitoli tetap berkomitmen memberikan informasi kepada semua wartawan tanpa diskriminasi, sesuai mekanisme dan SOP yang berlaku.

Forwaka Siap Jadi Jembatan Kejaksaan dan Media Nasional
Klarifikasi ini muncul di tengah sorotan publik terhadap transparansi penanganan kasus korupsi di daerah. Forwaka sendiri semakin aktif di berbagai daerah sebagai wadah wartawan yang fokus pada pemberitaan hukum dan antikorupsi.

Haogo Zega menutup pernyataannya dengan harapan agar Kejari Gunungsitoli terus membuka akses informasi secara merata. “Kami yakin dan percaya Kejari tidak ada niat mengkotak-kotakan wartawan. Semoga sinergi ini bisa terus terjaga demi kepentingan publik,” pungkasnya. (BM-red).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *